Lewati ke konten
TANI MERAH
Serikat Pekerja Tani Karawang · Berdiri sejak 10 Desember 2007

Pekerja Tani
Soko Guru
Pembebasan

SEPETAK memperjuangkan reforma agraria sejati, meliputi akses tanah, air, dan benih bagi pekerja tani serta nelayan di wilayah pedesaan dan pesisir Kabupaten Karawang.

Pemandangan Karawang: sawah, pesisir, dan petani Ilustrasi gaya realisme sosialis: siluet seorang pekerja tani memangkul dengan sudut pandang rendah di atas pematang sawah, matahari terbit besar di belakang bukit Purwakarta, barisan padi yang dipanen, dan satu perahu nelayan kecil di garis pesisir utara.
Edisi №1 · 2026
Tanah Untuk Penggarap Reforma Agraria Sejati Benih Adalah Hak Air Adalah Hak Solidaritas Buruh Tani Kedaulatan Pangan Karawang Bangkit Tanah Untuk Penggarap Reforma Agraria Sejati Benih Adalah Hak Air Adalah Hak Solidaritas Buruh Tani Kedaulatan Pangan Karawang Bangkit
Data organisasi

Indikator kelembagaan

Ringkasan indikator operasional per April 2026, meliputi jumlah anggota terverifikasi, kasus agraria yang sedang didampingi, serta program advokasi yang berstatus aktif.
7,862
Anggota Aktif

Anggota pekerja tani dan nelayan yang tercatat dalam administrasi keanggotaan organisasi.

Informasi pendaftaran anggota
19
Kasus Agraria

Sengketa agraria yang sedang dalam pendampingan hukum organisasi, mulai dari mediasi hingga proses di pengadilan.

Daftar kasus agraria
15
Program Advokasi

Kegiatan kampanye, pelatihan, dan pengorganisasian yang berstatus berjalan.

Daftar program advokasi
Naskah publik

Publikasi artikel

Jelajahi artikel terbaru berdasarkan kategori. Gunakan tab untuk memfilter, lalu scroll untuk memuat artikel berikutnya.
Semua Artikel
Memahami dan Menyusun Surat Undangan Resmi ke Instansi Desa dan Kecamatan
Panduan & Tips Anggota
18 Apr 2026 4 menit baca

Memahami dan Menyusun Surat Undangan Resmi ke Instansi Desa dan Kecamatan

Panduan ini membantu anggota SEPETAK dalam menyusun dan mengirimkan surat undangan resmi ke kantor desa atau kecamatan. Surat undangan yang baik meningkatkan kemungkinan diterimanya usulan pertemuan dengan pejabat pemerintah dan membangun hubungan formal yang lebih baik. Dokumen ini fokus pada format standar surat, lampiran pendukung, proses pengajuan, dan sistem pengarsipan yang perlu disiapkan. Dengan memahami aspek-aspek ini, anggota dapat lebih percaya diri dalam mengajukan pertemuan formal untuk membahas kebutuhan pertanian dan hak-hak petani di wilayahnya.

Membaca Jadwal Irigasi Desa dan Dampaknya ke Jadwal Tanam
Panduan & Tips Anggota
18 Apr 2026 5 menit baca

Membaca Jadwal Irigasi Desa dan Dampaknya ke Jadwal Tanam

Jadwal irigasi desa adalah kunci sukses panen yang sering diabaikan petani. Artikel ini membantu anggota SEPETAK memahami cara membaca jadwal pembagian air irigasi dan menggunakannya untuk merencanakan jadwal tanam yang tepat. Pembaca akan belajar berkoordinasi dengan Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) dan pokja untuk menghindari gagal panen akibat kekeringan. Materi ini fokus pada koordinasi praktis, bukan teknis pertanian mendalam.

Pertanyaan Agraria Abad ke-21: Dari Kautsky hingga Bernstein dan Relevansinya bagi Transformasi Pedesaan Indonesia
Ekonomi Politik Agraria
18 Apr 2026 16 menit baca

Pertanyaan Agraria Abad ke-21: Dari Kautsky hingga Bernstein dan Relevansinya bagi Transformasi Pedesaan Indonesia

Pertanyaan agraria (The Agrarian Question) yang pertama kali dirumuskan Karl Kautsky pada 1899 tetap relevan dalam memahami dinamika pedesaan abad ke-21. Artikel ini mengkaji evolusi konseptual pertanyaan agraria dari formulasi klasik Kautsky hingga reformulasi kontemporer Henry Bernstein, serta menganalisis relevansinya bagi transformasi pedesaan Indonesia. Melalui analisis literatur ekonomi politik agraria, artikel ini menunjukkan bahwa pertanyaan agraria telah bertransformasi dari fokus pada

Akumulasi melalui Perampasan: David Harvey dan Konflik Agraria di Indonesia
Ekonomi Politik Agraria
18 Apr 2026 17 menit baca

Akumulasi melalui Perampasan: David Harvey dan Konflik Agraria di Indonesia

Artikel ini menganalisis fenomena konflik agraria di Indonesia kontemporer melalui kerangka teori accumulation by dispossession yang dikembangkan oleh David Harvey. Penelitian ini menggunakan pendekatan analisis neo-Marxian untuk memahami bagaimana mekanisme akumulasi primitif yang dikonseptualisasikan Marx tidak hanya terjadi pada fase awal kapitalisme, tetapi terus berlangsung sebagai strategi pemecahan krisis kapital. Temuan menunjukkan bahwa konflik agraria di Indonesia—mulai dari land grabb

Senjata Kaum Lemah: Perlawanan Sehari-hari Petani ala James C. Scott
Pemikiran Kritis
17 Apr 2026 16 menit baca

Senjata Kaum Lemah: Perlawanan Sehari-hari Petani ala James C. Scott

Artikel ini mengkaji pemikiran James C. Scott tentang everyday forms of resistance dan relevansinya dalam memahami perlawanan petani Karawang terhadap struktur ketidakadilan agraria. Scott mengargumentasikan bahwa perlawanan petani tidak selalu berbentuk revolusi atau pemberontakan terbuka, melainkan melalui taktik-taktik harian yang tersembunyi namun sistematis. Melalui analisis ekonomi politik agraria, artikel ini menunjukkan bagaimana konsep Scott dapat digunakan untuk memahami strategi berta

Antonio Gramsci dan Hegemoni Budaya: Relevansi bagi Strategi Pengorganisasian Petani Indonesia
Pemikiran Kritis
17 Apr 2026 13 menit baca

Antonio Gramsci dan Hegemoni Budaya: Relevansi bagi Strategi Pengorganisasian Petani Indonesia

Artikel ini menganalisis relevansi pemikiran Antonio Gramsci tentang hegemoni kultural dan intelektual organik bagi strategi pengorganisasian serikat petani di Indonesia. Melalui pendekatan neo-Marxian, penelitian ini mengeksplorasi bagaimana konsep hegemoni Gramsci dapat membantu memahami dominasi kultural yang dialami petani Indonesia serta strategi counter-hegemonic yang dapat dikembangkan. Analisis menunjukkan bahwa hegemoni kultural kapitalis di Indonesia tidak hanya beroperasi melalui meka

Profil singkat

Rebut kedaulatan agraria, bangun industrialisasi pertanian.

SEPETAK (Serikat Pekerja Tani Karawang) — organisasi massa pekerja tani dan nelayan di Kabupaten Karawang, Jawa Barat. Berdiri dari Kongres I (2007); nama resmi disegarkan pada Kongres IV (2020).

Memperjuangkan reforma agraria, kedaulatan pangan, pesisir, dan keadilan sosial buruh tani, dari pedalaman hingga utara Kabupaten Karawang.

№01

Advokasi Hukum

Pendampingan hukum dalam sengketa agraria, meliputi mediasi hingga proses di Pengadilan Tata Usaha Negara.

№02

Pemberdayaan Tani

Pelatihan pertanian agroekologi serta pendampingan koperasi unit desa.

№03

Pengorganisasian

Penguatan basis anggota pada tingkat desa di wilayah Kabupaten Karawang.

№04

Kampanye Publik

Advokasi kebijakan publik yang berpihak pada pekerja tani serta pembelaan dalam kasus kriminalisasi petani.

Keanggotaan

SEPETAK
Serikat Pekerja Tani Karawang

Organisasi membuka kesempatan bagi pekerja tani, nelayan kecil, serta pihak yang menyatakan solidaritas untuk menjadi anggota: lengkapi formulir keanggotaan, berkoordinasi dengan pengurus di tingkat basis, serta memperkuat perjuangan agraria dari wilayah kerja masing-masing.